Iya, pagi itu aku datang. Tepat jam 7.00 pagi aku sampai di sekolahku. Kebiasaan datang terlambat yang biasanya kulakukan, tidak dulu kulakukan hari ini. Mengingat pagi ini pelajaran pertama adalah mata pelajaran fisika. Fisika, pelajaran yang menurutku 'angker'. Bukan karena mengandung unsur gaib, tapi karena materi,rumus-rumus, dan segala hal yang berhubungan dengan itu menyeramkan bagiku. Mungkin tak cuma untukku, tapi semua teman-teman sekelasku.
Tak seperti biasanya, ketika sesampai dikelas biasanya teman-teman sekelasku, murid kelas 9B sudah berbaris didepan kelas. "Alhamdulillah, gak telat.. Huh" ujarku dalam hati.
Saat berjalan menuju bangku, 4 temanku ini langsung mengejekku. 'Kok gak telat sih?' 'Kenapa gak telat aja?' 'Eh ada yang lagi rajin nih, ciee' 'Belum mulai pelajaran fisika aja udah pucet lo tika!'. Ya mereka adalah ke empat sahabatku. Jani, nina, dan riani,hani. Nama mereka hampir sama. Tak hanya nama, kelakuan pun juga sama. 'Ye, apasih sirik aja. Rajin salah, ntar kalo telat juga diomelin. Mau kalian itu apa? Sirik.' Jawabku ketus.
Bel sekolah berbunyi, semua murid berbaris didepan kelas. Seperti biasa, riani menyiapkan barisan. Satu per satu murid memasuki ruang kelas. Yaaa, saat yang menegangkan bagiku akan dimulai. Rasanya seperti akan menaiki roller coaster yang akan berjalan cepat dan arena nya sangat ekstrim. Hiperbola sih kedengarannya, tapi itulah yang saat ini kurasakan.
'Assalamualaikum wr.wb'. Ya suara itu, guru itu ada didepan mataku. 'PRnya sudah kemarin dikerjakan?. Seketika pertanyaan itu mengagetkanku, Astagfirullah, PR Sama sekali nggak inget kalau hari ini ada PR fisika. Bener feeling tadi pagi. Bakal kena sial di pelajaran pagi ini. 'Jan, kok gak ngasih tau sih kalo hari ini ada pr PR fisika?' Tanyaku pada Jani, berbisik. 'Kan semalem udah aku sms, gimana sih?' Jani balik berbisik. 'Semalem gak ada ngeliat hape, semalem fokus bikin project buat eskul nanti.' 'Hayoo tik, hayooo tuh pak andre udah nanyain' Hani makin membuat panik. "Tika, sudah PRnya?' Pak andre berdiri disamping bangkuku. 'Emm. hehe, belum pak. Saya tidak tahu kalau hari ini ada PR.' Jawabku sambil menggaruk kepala. Seketika wajahpun berubah pucat. 'Gimana sih? Kan bapak sudah beri PR itu dari 2 minggu yang lalu, bisa bisanya kamu gak tau?' 'Emmm. maaf pak, kan ada PR yang lain'.
'Oh jadi kalau ada PR yang lain PR fisika ini harus kamu lupakan gitu? Iya? Bapak gak mau tau kamu kerjakan 3x lipat soal yg berbeda beda dan kamu kumpulkan besok' Pak Andre keliatan makin marah padaku. 'Tapi pak. Ini PR 50soal kan? Kalau 3x lipat ,saya harus mengerjakan 150 soal dalam 1malam dong pak? Pak otak saya ini cuma satu, tangan saya cuma 2 dan energi saya terbatas pak.. Saya tidak yakin bisa." Suaraku melemah. 'Ini resikonya. Kamu mau dapat nilai tidak?' 'Ohoke oke pak, nanti saya kerjakan pak. Sebisa saya pak. saya usahakan!'. Lalu pak Andre kembali ke meja guru dan mengajar.
'Gila ah gila!! Gak bisaa gue' keluhku pada 4 sahabatku. 'Salah siapa sih tik? Project eskul kan gak terlalu penting, lagipula itu 50 soal gampang kok gak terlalu susah' Jawab riani sambil memakan gorengannya. 'Ih tapi, kalo gak gue kerjain itu project gue gak jadi ketua ec lagi.' 'Yaudah gak usah jadi ketua aja, ntar juga lengser kalo lu lulus.' Nina menjawab. 'Gak gak gak bisa gitu, Aduh gmn ini dong?' Aku panik. 'Udah ntar kita bantuin 150 kan, kita bagi 5. 30-30. Setuju nggak. Kasian ini orang daritadi ngomel mulu dah. Kita bantuin aja biar diem'. Hani menengahkan, 'Iyadeh' jawab riani nina dan jani. 'Thank's yaa, baik bgt kok kalian ini.Makasihh'. 'Iya tapi ga gratis, bayarin kita berempat ini jajan hari ini'. 'Ah lo mah ujung-ujungnya pasti itu. Iyadeh, mumpung lagi tebel. Hehehe' 'Sipp dah, makan gih bakso lu. Keburu dingin'. Lalu kami berlima pun lanjut menyelesaikan makan.
Bel sekolah kembali berbunyi, tanda pulangan. Semua murid berhambur dari kelas. Desak-desakan, kebiasaanku. Setiap pulang selalu beralasan untuk ke kamar mandi. Hanya sekedar untuk lewat depan kelas itu. Ya, kelas 8a. Hehe, seperti remaja biasanya. Aku juga mengalami masa pubertas. Dan saat ini aku sedang naksir dengan seseorang. Adik kelasku, inisialnya R. Gak terlalu ganteng sih, gak juga pinter-pinter banget. Biasa aja, tapi dia itu punya passion. Pintar berbicara didepan umum, yah.. Namun dia gak pernah tau. Siapa aku, well.. Saya hanya akan melihat anda dari jauh., Sepulang sekolah :)
-Bersambung